Pembukaan Diklat Fungsional Penyuluh Pertanian Tingkat Dasar Ahli bagi Penyuluh Pertanian di Lingkungan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat tahun 2013

Selasa 14 Mei 2013 - 18:03:00

Pembukaan  Diklat Fungsional Penyuluh Pertanian Tingkat Dasar Ahli bagi Penyuluh Pertanian di Lingkungan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat tahun 2013 Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sumatera Barat, Badan Diklat Sumbar -
Padang, Selasa 14 Mei 2013.
Kepala Badan Pendidikan dan pelatihan Provinsi Sumatera Barat H. Rosman Effendi, SE., SH., MM, mewakili Gubernur Sumatera Barat Bp. Irwan Prayitno membuka secara resmi Diklat Fungsional Penyuluh Pertanian Tingkat Dasar Ahli bagi Penyuluh Pertanian di Lingkungan Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se Sumatera Barat.


Mengawali pembukaan ini disampaikan laporan panitia penyelenggaraan oleh Yulizarni, BA. Selaku Direktur Latihan pada penyelenggaraan Diklat Fungsional Penyuluh Pertanian Tingkat Dasar Ahli bagi Penyuluh Pertanian se Sumatera Barat ini yang antara lain menyebutkan bahwa peserta adalah penyuluh dan calon penyuluh dari Balai Pertanian, Perikanan dan Kehutanan atau dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perikanan dan sebutan lainnya yang sejenis yang berasal dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat.

Lebih jauh diuraikan oleh Direktur Latihan ini bahwa pelaksanaan Diklat Dasar Ahli Penyuluh Pertanian ini diprogramkan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumberdaya manusia pertanian melalui pendidikan dan pelatihan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan, menyamakan persepsi atau cara pandang dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi, tata kerja dan tata hubungan kerja sesama penyuluh pertanian serta mengembangkan wawasan dan pola piker, pengetahuan dan sikap perilaku selaku penyuluh pertanian.

Diklat yang akan berlangsung selama 2 minggu ini mulai tanggal 14 – 31 Mei 2013 diikuti oleh peserta yang berasal dari:
1. Bakoorluh Prov. Sumatera Barat : 2 orang
2. Kota Padang : 2 orang
3. Kota Padang Panjang : 2 orang
4. Kota Swahlunto : 3 orang
5. Kota Pariaman : 2 orang
6. Kota Payakumbuh : 2 orang
7. Kota Solok : 1 orang
8. Kabupaten Solok Selatan : 1 orang
9. Kabupaten Solok : 2 orang
10. Kabupaten Pesisir Selatan : 1 orang
11. Kabupaten Sijunjung : 2 orang
12. Kabupaten Pasaman Barat : 3 orang
13. Kabupaten Agam : 3 orang
14. Kabupaten Padang Pariaman : 2 orang
15. Kabupaten Lima Puluh Kota : 2 orang

Dan tenaga Pengajar antara lain berasal dari Balai Pelatihan Pertanian Jambi selaku Pembina Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian untuk Wilayah Sumatera, Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Bakoorluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, UPTD Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Pejabat dan Widyaiswara Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat.

Sementara dalam kata sambutan Gubernur Sumatera Barat yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Sumatera Barat menyebutkan bahwa pada saat ini tenaga penyuluh pertanian sangat dibutuhkan di saat kondisi Negara Indonesia yang dilanda kekurangan pangan seperti banyaknya impor pertanian dari Negara lain ke Indonesia, padahal Negara kita adalah Negara pertanian, negeri yang subur dengan aneka tumbuhan yang bias dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan nasional. Dengan demikian tenaga penyuluh adalah SDM yang sangat dibutuhkan untuk peningkatan kuantitas dan kualitas pertanian, tenga penyuluh pertania harus menjadi pilot project bagi kemajuan pertanian. Dalam kondisi saat ini, menjadi tanaga penyuluh adalah jabatan fungsional yang sangat berharga dan lebih berarti ketimbang jabatan structural, karena jabatan fungsional lebih dinamis dan berkembangan sesuai dengan kemajuan dan kebutuhan masyarakat.

Sebagai contoh, Kepala Badan Diklat memberikan illustrasi kemajuan petani di daerah Transmigrasi di beberapa wilayah di Sumatera Barat. Mereka yang dulunya hanya datang dengan tekad dan modal yang ada pada tubuhnya, namun bisa maju karena keuletan dalam mengolah pertanian. Sebut saja beberapa daerah transmigrasi di Dharmasraya, Solok Selatan dan Pasaman Barat telah berhasil menjadi petani yang kaya dan berbading terbalik dengan petani asli yang memiliki lahan tanah ulayat yang banyak dan luas. Karakter membangun dan bekerja dengan semangat yang tinggi telah merobah pola hidup transmigrasi menjadi manusia yang berhasil dan sukses.

Untuk itu pulalah Kepala Badan Diklat berharap agar semangat keberhasilan petani transmigrasi dapat dicontoh secara luas oleh seluruh petani di Sumatera Barat yang pada akhirnya akan dapat menghasilkan hasil olahan pertanian yang juga lebih baik dan berkualitas, dan semua itu hanya bisa dicapai bila tenaga penyuluh pertanian juga bisa berkerja secara maksimal. Melalui diklat inilah peningkatan kompetensi tenaga penyuluh pertanian ini dapat dimaksimalkan dan bisa bersinergi dengan petani untuk mewujudkan swa sembada pangan di Sumatera Barat, apalagi dalam kondisi saat ini Tenaga Penyuluh Pertanian semakin berkurang karena pension dan juga pindah profesi menjadi pejabat structural. Peningkatan kualitas Tenaga Penyuluh dalam jumlah yang semakin berkurang diharapkan akan lebih berkualitas dan semakin professional dalam mendorong majunya sector pertain di Sumatera Barat. Kepala Badan Diklat juga berharap agar peserta dapat mengikuti diklat ini lebih serius dan mentransformasikan ilmu yang diperoleh nantinya di lapangan.






Dibaca: 2108 | model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Online Chat
Pengunjung Online

Pengunjung: 4, Anggota: 0...
paling banyak online: 56
(anggota: 0, pengunjung: 56) pada 23 Apr : 20:52
RSS Feed
rss1.0
rss2.0
rdf
Statistik
Copyright (c) Badan Pendidikan dan Pelatihan Propinsi Sumatra Barat

Development & Design by Djamboe WebDesign